Sabtu, 29 April 2017

Model Etika dalam Bisnis, Sumber Nilai Etika dan Faktor - faktor yang Mempengaruhi Etika Manajerial



1.      Immoral Manajemen
Manajer Immoral didorong oleh Sumber Thomas W. Zimmerer, Norman M. Scarborough, Entrepreneurship and The New Ventura Formation 1996 hal. 21, alasan kepentingan dirinya sendiri demi keuntungan sendiri atau perusahaannya. Kekuatan yang menggerakkan manajemen Imoral adalah kerakusan/ ketamakan, yaitu berupa prestasi organisasi atau keberhasilan personal. Manajemen immoral merupakan kutub yang berlawanan dengan manajemen etika. Contohnya Terjadinya kebakaran hutan belakangan ini dikarenakan beberapa palanggaran hukum oleh para perusahaan kayu dan perkebunan kelapa sawit. Biasanya pelaku ingin mendapatkan kayu secara illegal. Beberapa perusahaan yang sengaja membakar hutan tersebut sebenarnya ingin mencuri kayu, sehingga untuk menghilangkan jejaknya mereka melakukan penebangan hutan secara sengaja. Hal ini dibuktikan dengan melihat tunggal pohon bekas potongan gergaji mesin. Lalu melakukan pembersihan lahan. Misalnya bagi perusahaan yang memiliki perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Hasil temuan dari LSM Save Our Borneo (SOB) aktifitas pembakaran ini di lakukan pada malam hari pada blok yang baru dibuka dan berdekatan dengan hutan, cara itu adalah salah satu cara untuk menghilangkan jejak yaitu bila api menyebar kehutan, maka yang disalahkan adalah komunitas yang melakukan pembakaran.

2.      Ammoral Manajemen

Prinsip dalam bisnis amoral menurut Widyahartono (1996 : 74) menyatakan : ” bisnis adalah bisnis dan etika adalah etika, keduanya jangan dicampur- adukan”. Bisnis amoral mengungkapkan bahwa antara etika dan bisnis tidak ada hubungannya sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut paut dengan etika dan moralitas. Contohnya Dugaan penggelapan pajak yang dilakukan pihak perusahaan IM3 dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai ( SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002. Jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, dapat direstitusi atau ditarik kembali. Karena itu, IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65,7 miliar. 750 penanam modal asing (PMA) terindikasi tidak membayar pajak dengan cara melaporkan rugi selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. Dalam kasus ini terungkap bahwa pihak manajemen berkonspirasi dengan para pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi. Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi, sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. Kemungkinan telah terjadi mekanisme penyuapan (bribery) dalam kasus tersebut. Pihak pemerintah dan DPR perlu segera membentuk tim auditor independen yang kompeten dan kredibel untuk melakukan audit investigatif atau audit forensik untuk membedah laporan keuangan dari 750 PMA yang tidak membayar pajak. Korporasi multinasional yang secara sengaja terbukti tidak memenuhi kewajiban ekonomi, hukum, dan sosialnya bisa dicabut izin operasinya dan dilarang beroperasi di negara berkembang.

3.      Moral Manajemen
Tingkatan tertinggi dari penerapan nilai-nilai etika atau moralitas dalam bisnis adalah moral manajemen. Dalam moral manajemen, nilai-nilai etika dan moralitas diletakkan pada level standar tertinggi dari segala bentuk prilaku dan aktivitas bisnisnya. Manajer yang termasuk dalam tipe ini hanya menerima dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku namun juga terbiasa meletakkan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinannya. Seorang manajer yang termasuk dalam tipe ini menginginkan keuntungan dalam bisnisnya, tapi hanya jika bisnis yang dijalankannya secara legal dan juga tidak melanggar etika yang ada dalam komunitas, seperti keadilan, kejujuran, dan semangat untuk mematuhi hukum yang berlaku. Hukum bagi mereka dilihat sebagai minimum etika yang harus mereka patuhi, sehingga aktifitas dan tujuan bisnisnya akan diarahkan untuk melebihi dari apa yang disebut sebagai tuntutan hukum. Manajer yang bermoral selalu melihat dan menggunakan prinsip-prinsip etika seperti, keadilan, kebenaran, dan aturan-aturan emas (golden rule) sebagai pedoman dalam segala keputusan bisnis yang diambilnya. Contohnya Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.

4.      Sumber nilai etika :

a.      Agama

Bermula dari buku Max Weber The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism (1904-5) menjadi tegak awal keyakinan orang adanya hubungan erat antara ajaran agama dan etika kerja, atau anatara penerapan ajaran agama dengan pembangunan ekonomi. Etika sebagai ajaran baik-buruk, slah-benar, atau ajaran tentang moral khususnya dalam perilaku dan tindakan-tindakan ekonomi, bersumber terutama dari ajaran agama. Itulah sebabnya banyak ajaran dan paham dalam ekonomi Barat menunjuk pada kitab Injil (Bibble), dan etika ekonomi yahudi banyak menunjuk pada Taurat. Demikian pula etika ekonomi Islam termuat dalam lebih dari seperlima ayat-ayat yang muat dalam Al-Qur’an.

Etika bisnis menurut ajaran Islam digali langsung dari Al Quran dan Hadits Nabi. Dalam ajaran Islam, etika bisnis dalam Islam menekakan pada empat hal Yaitu : Kesatuan (Unity), Keseimbangan (Equilibrium), Kebebasan (FreeWill) dan tanggung jawab (Responsibility). Etika bisnis Islam menjunjung tinggi semangat saling percaya, kejujuran dan keadilan, sedangkan antara pemilik perusahaan dan karyawan berkembangan semangat kekeluargaan (brotherhood). Misalnya dalam perusahaan yang islami gaji karyawan dapat diturunkan jika perusahaan benar-benar merugi dan karyawan juga mendapat bonus jika keuntungan perusahaan meningkat. Buruh muda yang masing tinggal bersama orang tua dapat dibayar lebih rendah, sedangkan yang sudah berkeluarga dan punya anak dapat dibayar lebih tinggi disbanding rekan-rekannya yang muda.


b.      Filosofi

Salah satu sumber nilai-nilai etika yang juga menjadi acuan dalam pengambilan keputusan oleh manusaia adalah ajaran-ajaran Filosofi. Ajaran filosofi tersebut bersumber dari ajaran-ajaran yang diwariskan dari ajaran-ajaran yang sudah diajarkan dan berkembang lebih dari 2000 tahun yang lalu. Ajaran ini sangat komplek yang menjadi tradisi klasik yang bersumber dari berbagai pemikiran para fisuf-filsuf saat ini. Ajaran ini terus berkembanga dari tahun ke tahun. Di Negara barat, ajaran filosofi yang paling berkembang dimulai ketika zaman Yunani kuno pada abd ke 7 diantaranya Socrates (470 SM - 399 SM) Socrate percaya bahwa manusia ada untu suatu tujuan, dan bahwa salah dan benar memainkan peranan yang penting dalam mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya sebagai seorang pengajar, Socrates dikenang karena keahliannya dalam berbicara dan kepandaian pemikirannya. Socretes percaya bahwa kebaikan berasal dari pengetahuan diri, dan bahwa manusia pada dasarnya adalah jujur, dan bahwa kejahatan merupakan suatu upaya akibat salah pengarahan yang membebani kondisi seseorang. Pepatah yang terkenal mengatakan. “Kenalilah dirimu”  dia yang memperkanalkan ide-ide bahwa hukum moral lebih tinggi daripada hukum manusia.

c.       Budaya

Referensi penting lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan etika bisnis adalah pengalaman dan perkembangan budaya, baik budaya dari suatu bangsa maupun budaya yang bersumber dari berbagai negara (Cracken, 1986). Budaya yang mengalami transisi akan melahirkan nilai, aturan-aturan dan standar - standar yang diterima oleh suatu komunitas tertentu dan selanjutnya diwujudkan dalam perilaku seseorang, suatu kelompok atau suatu komunitas yang lebih besar. Budaya adalah suatu sistem nilai dan norma yang diberikan pada suatu kelompok atau komunitas manusia dan ketika itu disepakati atau disahkan bersama-sama sebagai landasan dalam kehidupan (Rusdin, 2002).

d.      Hukum

Adalah perangkat aturan - aturan yang dibuat oleh pemerintah dalam rangka untuk menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Hukum menentukan ekspektasi - ekspektasi etika yang diharapkan dalam komunitas dan mencoba mengatur serta mendorong para perbaikan - perbaikan masalah-masalah yang dipandang buruk atau tidak baik dalam komunitas. Sebenarnya bila kita berharap bahwa dengan hukum dapat mengantisipasi semua tindakan pelanggaran sudah pasti ini menjadi suatu yang mustahil. Karena biasanya hukum dibuat setelah pelanggaran yang terjadi dalam komunitas.


v  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi etika manajerial mencakup :

1.      Leadership

Menurut Handoko (2000 : 294) definisi atau pengertian kepemimpinan telah didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda oleh berbagai orang yang berbeda pula. Menurut Stoner, kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan - kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. Ada tiga implikasi penting dari definisi tersebut, antara lain: Pertama, kepemimpinan menyangkut orang lain – bawahan atau pengikut. Kesediaan mereka untuk menerima pengarahan dari pemimpinan, para anggota kelompok membantu menentukan status/kedudukan pemimpin dan membuat proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan, semua kualitas kepemimpinan seorang manajer akan menjadi tidak relevan. Kedua, kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang di antara para pemimpin dan anggota kelompok. Para pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan berbagai kegiatan para anggota kelompok, tetapi para anggota kelompok tidak dapat mengarahkan kegiatan - kegiatan pemimpin secara langsung, meskipun dapat juga melalui sejumlah cara secara tidak langsung. Ketiga, pemimpin mempergunakan pengaruh. Dengan kata lain, para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan tetapi juga dapat memepengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya.

2.      Strategi dan Perfomasi

Pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat perusahaannya mencapai tujuan perusahaan terutama dari sisi keuangan tanpa harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika. Sebuah perusahaan yang jelek akan memiliki kesulitan besar untuk menyelaraskan target yang ingin dicapai perusahaannya dengan standar - standar etika. Karena keseluruhan strategi perusahaan yang disebut excellence harus bisa melaksanakan seluruh kebijakan - kebijakan perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang jujur.

3.      Karakteristik Individu

Merupakan suatu proses psikologi yang mempengaruhi individu dalam memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman. Karakteristik individu merupakan faktor internal (interpersonal) yang menggerakan dan mempengaruhi perilaku individu.

4.      Budaya Organisasi

Menurut Mangkunegara, (2005 : 113), budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Budaya organisasi juga berkaitan dengan bagaimana karyawan memahami karakteristik budaya suatu organisasi, dan tidak terkait dengan apakah karyawan menyukai karakteristik itu atau tidak. Budaya organisasi adalah suatu sikap deskriptif, bukan seperti kepuasan kerja yang lebih bersifat evaluatif.
Sumber :


Senin, 20 Maret 2017

Pengertian Etika (TUGAS SOFTSKILL) ETIKA BISNI

NAMA : DIAN KRISTIANTI
NPM : 12214983
KELAS : 3EA41

TUGAS 1
1.      Pengertian Etika

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:
Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak. 

Kesimpulan : Jadi, Etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)  atau ilmu yang memberikan arah pada tindakan manusia dalam satu profesi, mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran, nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

2.      Definisi Etika menurut para ahli :

a)      Riady dalam Filsafat Kuno dan Manajemen Modern (2008:189) menjelaskan bahwa etika dalam bahasa Latin diartikan sebagai Moralis yang berasal dari kata Moresdengan makna adat-istiadat yang realistis bukan teoritis.

b)      Bertens dalam Etika seri Filsafat Atma Jaya (1993:4) memaparkan pengertian etika dalam dalam bentuk jamak ta etha yang juga berarti adat kebiasaan.

c)      Abdullah dalam buku yang berjudul Pengantar Studi Etika (2006:4) menjelaskan artikata etika berdasarkan etimologinya yang berasal dari bahasa Yunani, ethos, yang bermakna kebiasaan atau adat-istiadat.

d)     Abdullah dalam buku yang berjudul Pengantar Studi Etika (2006:12) mengatakan bahwa secara umum, ruang lingkup etika meliputi :

1.      Menyelidiki sejarah tentang tingkah laku manusia.
2.      Membahas cara menghukum dan menilai baik buruknya suatu tindakan.
3.      Menyelidiki faktor yang mempengaruhi tingkah laku manusia.
4.      Untuk menerangkan mana yang baik dan mana yang buruk.
5.      Untuk meningkatkan budi pekerti.
6.      Untuk menegaskan arti dan tujuan hidup sebenarnya.

e)      Menurut Profesor Robert Salomon, etika dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1.      Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termausk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik. Pengertian ini disebut pemahaman manusia sebagai individu yang beretika.
2.      Etika merupakan hukum sosial. Etika merupakan hukum yang mengatur,mengendalikan serta membatasi perilaku manusia.

f)       Carol W. Lewis memberikan takrif etika yaitu “suatu perkara yang melibatkan pemikiran sistematik tentang moral, akhlak, dan membuat pertimbangan tentang “betul” atau “salah” terhadap sesuatu perkara.

g)      Robin Snell, mendefinisikan bahawa etika merupakan sesuatu yang merujuk kepada prinsip-prinsip atau proses-proses alasan yang bertujuan untuk mengenal pasti apa yang sebenarnya betul atau salah, yang baik atau buruk terhadap sesuatu yang lain.

h)      Dalam hubungannya antara etika dan dunia perniagaan, Robby I Chandra memberikan ciri-ciri atau prinsip etika seperti berikut: pertama, berurusan dengan halhal yang mempunyai kesan yang serius untuk kebaikan kesejahteraan manusia. Kedua, penentuan suatu prinsip etika tidak bergantung kepada peraturan-peraturan yang diberikan oleh suatu badan tetapi bergantung kepada alasan-alasan dan sebab musabab yang menyokong prinsip tersebut. Ketiga, mengatasi keinginan peribadi. Keempat, bertumpu kepada beberapa pertimbangan-pertimbangan yang tidak berpihak atau impartia.l 4 Dengan prinsip-prinsip ini, maka etika perniagaan menurut Chandra, membincangkan ciri-ciri tersebut dalam kenyataan konsep-konsep dan amalan-amalan perniagaan.

3.      Jurnal : ETIKA BISNIS ISLAM: KONSEP DAN IMPLEMENTASI PADA PELAKU USAHA KECIL











·         Kesimpulan dari jurnal diatas adalah Islam menempatkan bisnis sebagai cara terbaik untuk mendapatkan harta. Karenanya, segala kegiatan bisnis harus dilakukan dengan cara-cara terbaik dengan tidak melakukan kecurangan, riba, penipuan, dan tindakan kezaliman lainnya. Kesadaran terhadap pentingnya etika dalam bisnis merupakan kesadaran tentang diri sendiri dalam melihat dirinya sendiri ketika berhadapan dengan hal baik dan buruk, yang halal dan yang haram. Etika bisnis Islam juga telah diterapkan oleh para pelaku usaha di tiga tempat penelitian, yakni: Kampung Kreatif, Bazaar Madinah serta di lingkungan kampus UIN Syarif Hidayatullah sendiri. Para pelaku usaha ini meyakini bahwa apa yang dijual bukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan (profit) sebagai tujuan duniawi saja, melainkan juga untuk mendapat keberkahan dan keridhaan dari Allah swt atas apa yang diusahakan.
TUGAS 2
1.      Daftar Pustaka

Riady. 2008. Filsafat Kuno dan Manajemen Modern. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Bertens. 1993. Etika seri Filsafat Atma Jaya. Jakarta: PT gramedia pustaka utama.
Lewis, Carol W. dan  Bayard L. Catron. 1994. Handbook of Public Administration. New York: Prentice Hall International.
Robbins, Stephen P. 1994. Teori Organisasi, Struktur, Desain dan Aplikasi. New York: Prentice Hall International.
Chandra, Robby I. 1995. Etika Dunia Bisnis. Yogyakarta: Kanisius.
Abdullah, M. Yatimin. 2006. Pengantar Studi Etika. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.


Pengertian Etika (TUGAS SOFTSKILL) ETIKA BISNIS

NAMA : DIAN KRISTIANTI
NPM : 12214983
KELAS : 3EA41

TUGAS 1
1.      Pengertian Etika

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:
Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak. 

Kesimpulan : Jadi, Etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)  atau ilmu yang memberikan arah pada tindakan manusia dalam satu profesi, mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran, nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

2.      Definisi Etika menurut para ahli :

a)    Riady dalam Filsafat Kuno dan Manajemen Modern (2008:189) menjelaskan bahwa etika dalam bahasa Latin diartikan sebagai Moralis yang berasal dari kata Moresdengan makna adat-istiadat yang realistis bukan teoritis.

b)  Bertens dalam Etika seri Filsafat Atma Jaya (1993:4) memaparkan pengertian etika dalam dalam bentuk jamak ta etha yang juga berarti adat kebiasaan.

c)   Abdullah dalam buku yang berjudul Pengantar Studi Etika (2006:4) menjelaskan artikata etika berdasarkan etimologinya yang berasal dari bahasa Yunani, ethos, yang bermakna kebiasaan atau adat-istiadat.

d)  Abdullah dalam buku yang berjudul Pengantar Studi Etika (2006:12) mengatakan bahwa secara umum, ruang lingkup etika meliputi :

1.      Menyelidiki sejarah tentang tingkah laku manusia.
2.      Membahas cara menghukum dan menilai baik buruknya suatu tindakan.
3.      Menyelidiki faktor yang mempengaruhi tingkah laku manusia.
4.      Untuk menerangkan mana yang baik dan mana yang buruk.
5.      Untuk meningkatkan budi pekerti.
6.      Untuk menegaskan arti dan tujuan hidup sebenarnya.

e)   Menurut Profesor Robert Salomon, etika dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1.   Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termausk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik. Pengertian ini disebut pemahaman manusia sebagai individu yang beretika.
2.  Etika merupakan hukum sosial. Etika merupakan hukum yang mengatur,mengendalikan serta membatasi perilaku manusia.

f)    Carol W. Lewis memberikan takrif etika yaitu “suatu perkara yang melibatkan pemikiran sistematik tentang moral, akhlak, dan membuat pertimbangan tentang “betul” atau “salah” terhadap sesuatu perkara.

g)      Robin Snell, mendefinisikan bahawa etika merupakan sesuatu yang merujuk kepada prinsip-prinsip atau proses-proses alasan yang bertujuan untuk mengenal pasti apa yang sebenarnya betul atau salah, yang baik atau buruk terhadap sesuatu yang lain.

h)      Dalam hubungannya antara etika dan dunia perniagaan, Robby I Chandra memberikan ciri-ciri atau prinsip etika seperti berikut: pertama, berurusan dengan halhal yang mempunyai kesan yang serius untuk kebaikan kesejahteraan manusia. Kedua, penentuan suatu prinsip etika tidak bergantung kepada peraturan-peraturan yang diberikan oleh suatu badan tetapi bergantung kepada alasan-alasan dan sebab musabab yang menyokong prinsip tersebut. Ketiga, mengatasi keinginan peribadi. Keempat, bertumpu kepada beberapa pertimbangan-pertimbangan yang tidak berpihak atau impartia.l 4 Dengan prinsip-prinsip ini, maka etika perniagaan menurut Chandra, membincangkan ciri-ciri tersebut dalam kenyataan konsep-konsep dan amalan-amalan perniagaan.

3.      Jurnal : ETIKA BISNIS ISLAM: KONSEP DAN IMPLEMENTASI PADA PELAKU USAHA KECIL

·         Kesimpulan dari jurnal diatas adalah Islam menempatkan bisnis sebagai cara terbaik untuk mendapatkan harta. Karenanya, segala kegiatan bisnis harus dilakukan dengan cara-cara terbaik dengan tidak melakukan kecurangan, riba, penipuan, dan tindakan kezaliman lainnya. Kesadaran terhadap pentingnya etika dalam bisnis merupakan kesadaran tentang diri sendiri dalam melihat dirinya sendiri ketika berhadapan dengan hal baik dan buruk, yang halal dan yang haram. Etika bisnis Islam juga telah diterapkan oleh para pelaku usaha di tiga tempat penelitian, yakni: Kampung Kreatif, Bazaar Madinah serta di lingkungan kampus UIN Syarif Hidayatullah sendiri. Para pelaku usaha ini meyakini bahwa apa yang dijual bukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan (profit) sebagai tujuan duniawi saja, melainkan juga untuk mendapat keberkahan dan keridhaan dari Allah swt atas apa yang diusahakan.
TUGAS 2
1.      Daftar Pustaka

Riady. 2008. Filsafat Kuno dan Manajemen Modern. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Bertens. 1993. Etika seri Filsafat Atma Jaya. Jakarta: PT gramedia pustaka utama.
Lewis, Carol W. dan  Bayard L. Catron. 1994. Handbook of Public Administration. New York: Prentice Hall International.
Robbins, Stephen P. 1994. Teori Organisasi, Struktur, Desain dan Aplikasi. New York: Prentice Hall International.
Chandra, Robby I. 1995. Etika Dunia Bisnis. Yogyakarta: Kanisius.
Abdullah, M. Yatimin. 2006. Pengantar Studi Etika. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.